• Home
  • About
  • Archive
  • Contact
  • Links
  • SITEMAP
Subscribe: Posts | Comments | E-mail
  • Blogging
  • Gadget
  • General
  • Linux & Unix
  • Music
  • notepad
  • Personal
  • Spiritual

zidev

Posted on July 16, 2005 - by Arif

Uang logam dan si kaya raya

notepad

Sore ini dia datang lagi, memang sudah menjadi kebiasaannya ketika sore menjelang dia pun harus pulang "ngantor". Seperti kebiasaannya pula dia datang kesini, ke warnet tempat aku bekerja. Dia …. ya dia adalah seorang lelaki kecil berumur 11 tahunan.
Dia bekerja sendiri, di bawah terik matahari. Menadahkan tangan sambil sedikit bernyanyi yang kurang jelas di dengar telinga ketika lampu di perempatan jalan berubah warna menjadi merah, itulah pekerjaannya.

"Bos nuker ora (bos nuker enggak)" suaranya besar, mungkin karena kebiasannya menyanyi setiap hari.

Dia membawa uang logam, sekantong penuh.
"Ngeneh tek itung disit (sini aku itung dulu)" timpalku sedikit curiga. Dengan gajiku yang sebulan hanya sebatas UMK, sudah hanya sebatas UMK di kota kecil pula aku bekerja di tambah lagi dengan seringnya aku tombok. Alasan lainnya adalah dari penampilan anak itu, yang sangat lain di banding anak anak normal seusianya, pakainnya sungguh kumal, mukanya menghitam tidak beralas kaki pula. Jadi pantaslah saya curiga kepada anak sekecil itu, daripada nanti aku tombok lebih baik aku hitung koin sekantong penuh itu.

"Wolulas ewu (delapan belas ribu)" kataku sambil menyerahkan uang puluhan ribu dan lima ribuan masing masing satu di tambah dengan uang ribuan kertas 3 buah.
"Makasih ya" katanya sambil melangkah pergi. Itulah yang dilakukannya setiap sore di warnet tempat aku bekerja. Menukar uang hasil ngamen di perempatan.

Tapi sungguh hebat anak ini, setiap hari dia bisa mengantongi uang minimal Rp 20.000. Itu uang logamnya saja, belum lagi uang kertas yang dia tidak tukarkan. Jadi kalo di hitung per bulan dia bisa mengantongi uang Rp 600.000. Luar biasa!.
Saya saja yang sudah punya satu istri dan satu anak, satu bulannya tidak sampai mendapatkan uang sebesar itu.

Itu baru anak kecil dengan baju kumal tanpa alas kaki dan muka kucel mengamen saja bisa dapat uang sebanyak itu. Belum lagi kakak kakak mereka di terminal, di pasar atau di perempatan perempatan lainnya yang usianya 4 atau 5 tahun di atas si anak tadi. Dengan pakain yang sedikit bagus,bersepatu ber make up pula.

Itu baru anak dewasa dengan pakaian sedikit bagus, bersepatu dan ber make up pula. Belum lagi kakak kakak mereka yang kita temui di Bus, di kereta kereta, di halte halte. Yang kalo mereka sedang memungut biaya show di bus, tanpa segan melakukan pemerasan, pemalakan dan kejahatan lainnya.

Sungguh, mereka adalah si kaya raya. Si kaya raya yang oleh orang orang anggap sebagai si miskin. Si kaya raya yang kadang tega dan terkadang tidak sengaja membuat si miskin seperti saya ini teraniaya.

Jadi saya ucapkan terima kasih kepada anak kecil tadi, yang saya lupa menanyakan tempat dan alamatnya; mungkin besok. Karena dia mengingatkan saya untuk tidak sombong, mengingatkan saya jika menilai orang bukan hanya pada wajah, dan pakainnya belaka. Serta memudahkan saya, karena tanpa dia pasti setiap setiap sore saya datang ke pom bensin untuk menukar uang logam.
Saya juga meminta maaf kepadamu adik kecil, karena penampilanmu yang kucel dan mukamu yang hitam itu saya telah tega curiga menuduhmu yang bukan bukan.

Dan untuk si kaya raya yang tega melakukan pemerasan di dalam bus, di dalam kereta dan di pasar pasar saya maafkan kalian. Karena saya tahu, itu semua kalian lakukan karena terpaksa adanya.

Tapi apakah kita perlu memaafkan si kaya raya yang benar benar kaya, dan dengan kekayaannya itu dia sengaja menyiksa kita ….

This entry was posted on Saturday, July 16th, 2005 at 6:41 pm and is filed under notepad. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 Comments

We'd love to hear yours!



Leave a Comment

Here's your chance to speak.

  1. Name (required)

    Mail (required)

    Website

    Message

  • Ad Ad Ad Ad
  • Search this Site

  • About

    Arif Budiman, manusia biasa yang tinggal di Purwokerto, Indonesia.
  • Blogroll







  • Tag Cloud

    • Apple Asphalt Banyumas Blog Canon Pixma Curriculum Vitae Dreaming E-book G-Tribe Gadget Game Hackintosh Health Hijri Info iPhone Islam Life Linux Lyric Movie MSI MSI Wind MSIWindowsx86 Music Netbook New Year Nokia Notebook Office 2007 OSX86 PCLinuxOS Serj Tankian Spiritual Surat Lamaran Pekerjaan System Of A Down Techno Virus Windows WordPress Work
  • Meta

    • Register
    • Log in
    • Entries RSS
    • Comments RSS
    • WordPress.org
  • Sponsored

© 2008 zidev - thoughts become things