• Home
  • About
  • Archive
  • Contact
  • Links
  • SITEMAP
Subscribe: Posts | Comments | E-mail
  • Blogging
  • Gadget
  • General
  • Linux & Unix
  • Music
  • notepad
  • Personal
  • Spiritual

zidev

Posted on July 29, 2005 - by Arif

Hasil Munas MUI VII

Fenomena notepad

Seperti kita ketahui bersama, MUI mulai tanggal 25 Juli melaksanakan Munas yang ke VII yang bertema "Meneguhkan Khidmah, Membangun Khoiro Ummah".
Munas berlangsung lima hari, dan berakhir hari ini (Jum'at,red.) dengan di tutupnya acara tersebut oleh Wapres Jusuf Kalla.
Tidak seperti Munas Munas yang lalu yang paling hanya mengeluarkan 3 atau 4 fatwa, Munas kali ini mengeluarkan banyak fatwa yaitu sampe 11 Fatwa.

Berikut adalah 7 fatwa haram yang di keluarkan pada MUNAS ke VII:

  • Eutanasia. "Untuk eutanasia aktif seperti suntik kami haramkan, namun jika pasif seperti pencabutan alat bantu karena ada yang lebih membutuhkan dan kemungkinan hidupnya lebih besar maka tidak apa-apa,"kata Maruf.
  • Perkawinan beda agama.
  • Siaran televisi yang mempublikasikan ramalan dan hal gaib. "Acara ramalan dan setan yang banyak di tv termasuk haram karena menyesatkan bagi umat,"ujar Maruf.
  • Kewarisan beda agama.
  • Wanita menjadi imam dalam sholat.
  • Ahmadiyah. Menurut Maruf, Ahmadiyah merupakan aliran sesat jadi termasuk haram. Karena menimbulkan kesesatan dan menyesatkan pengikutnya, untuk itu ia meminta pemerintah menutup dan melarang aliran Ahmadiyah di seluruh Indonesia. Bahkan pengikutnya dianggap keluar dari Islam.
  • Liberalisme dan pluralisme hampir diharamkam. Menurut Maruf, MUI tidak setuju namun karena waktu pembahasan tidak cukup maka masuk dalam rekomendasi munas mendatang. "Liberalisme itu memandang agama dengan alam pikiran, sedangkan pluralisme berarti membenarkan semua agama,"kata Maruf.

Disini ada dua hal yang saya sangat setujui, dan satu hal yang saya tidak setujui.

Dua hal yang saya sangat setujui adalah :

  • Perkawinan beda agama. Sebenarnya fatwa ini menurut saya terlambat, karena jelas jelas perkawinan beda agama yang kini bisa dibilang sudah menjadi tren di kalangan artis. Dan jika segala sesuatu di jadikan tren di kalangan artis, bukankah masyarakat kita akan dengan sigap meniru dan menganggap itu sah sah saja.
  • Siaran televisi yang mempublikasikan ramalan dan hal gaib. Hal ini sungguh sangat memprihatinkan, hampir setengah tayangan televisi saat ini adalah hal-hal yang berbau setan, mistik, klenik.

Dan satu hal yang saya tidak setujui adalah :

  • Peng-aliran sesat-an Ahmadiyah. Bukan karena saya sebagai pengikut aliran tersebut, akan tetapi lebih di karenakan kebebasan berkeyakinan. Bukankah negara kita dengan UUD 1945 -nya melindungi warga negara untuk berkeyakinan.

Terlepas dari itu semua, saya sebagai warga negara Indonesia hanya bisa berdoa. Semoga fatwa fatwa yang di keluarkan dalam Munas VII menjadikan Indonesia ini lebih sejuk, aman, tentram dan damai :).

baca juga : http://www.majelisulama.com

This entry was posted on Friday, July 29th, 2005 at 9:41 pm and is filed under Fenomena, notepad. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

7 Comments

We'd love to hear yours!



  1. Visit My Website

    August 5, 2005

    Permalink

    kusaeni said:

    saya pribadi tetap mendukung hasi munas MUI ,

    sedang untuk ahmadiyah sekiranya mas masih perlu mendalami lagi maksud dari MUI , ISlam adalah Islam . Kitab sucinya adalah Al qur`an , nabinya adalah Rasulallah SAW . dan hukumnya adalah al qur`an dan al hadith serta fatwa Ulama.

    lalu ahmadiyah ? apakah mereka Islam , karena mereka mengakui nabinya adalah Mirza Ghulam Ahmad. dan Kitabnya adalah wahyu “mimpi” si ahmad. Islam tegas “TIDAK” ada nabi lagi setealah rasulallah SAW , yg ada adalah nabi paalsu seperti musailamah.

    pendeknya menurut mas herry sufehmi , apael adalah apel dan jeruk adalah jeruk , mereka tidak sama .

    ISlam adalh Islam dan ahmadiyah bukan Islam!!!



  2. Visit My Website

    August 6, 2005

    Permalink

    Ziru said:

    Mengenai Ahmadiyah itu Islam apa bukan, hanya Alloh yang tahu. Soalnya dari temen blogger kita yang menganut paham ahmadiyah, dia tidak pernah merasa membaca kitab suci selain Al-qur’an.
    Dan fatwa MUI yang mengharamkan ajaran ahmadiyah jelas jelas telah membuat beberapa kelompok dengan dalih melakukan pembelaan Islam menjadi anarkis, sedangkan sebelum MUI mengharamkannya pun mereka telah melakukan penyerbuan ke kampus ahmadiyah.
    Dan sayangnya banyak orang telah lupa, bahwa kita hidup bukan di Arab Saudi. Kita hidup di negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila, karena itu dapat menerima perbedaan apapun dalam faham kenegaraan.
    Jika kita larang Ahmadiyah, karena berbeda dari pendapat doktriner sebagian besar kaum muslimin di negeri ini, konsekuensinya kita juga harus melarang pandangan-pandangan kaum Kristen dan Katholik, Buddha, Hindu dan lain-lain. Bukankah keyakinan mereka juga tidak sama dengan keyakinan keimanan mayoritas kaum muslimin?



  3. Visit My Website

    August 9, 2005

    Permalink

    satria said:

    :x menurut gw orang yang bilang ahmadiyah itu sessat atau menyesatkan adalah orang yang tidak mengerti akan ajaran ahmadiyah sendiri.

    mereka cuma bisa memfitnah , mereka bilang kitab sucinya orang ahmadiyah adalah “tadzikira”, padahal tidak kitab suci kami sama dengan kalian yaitu alquran. Silahkan tanya sama seluruh pengikut Jemaat Ahmadiyah pasti jawabannya sama.

    sedangkan masalah kenabian itu adalah keyakinan, kami tetap meyakini nabi Muhammad adlah nabi terakhir, dan nabi yang paling mulia diantara seluruh nabi. sedangkan Hazrat Mirza ghulam Ahmad adalah mujaddid yang diturunkan oleh Allah untuk meneggakkan syariat Islam dan beliu berpangkat nabi menurut keyakinan kami. Dan kami tidak memaksakan orang lain untuk mengikuti keyakinan kami. Sekarang aku bertanya apakah setelah selesai atau khatam alquran kalian tidak bisa membaca alquran lagi?????

    silahkan Renungkan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!



  4. Visit My Website

    August 25, 2005

    Permalink

    Rahmat Ali said:

    Terima kasih atas komentar Anda terhadap Ahmadiyya Muslim Community . Semoga Allah swt. melimpahkan karunia-Nya kepada Anda untuk lebih mengenal jemaah ini.

    Berikut saya kutipkan Sabda Pendiri Jemaat Ahmadiyah. Sabda ini pernah dibacakan oleh Almarhum Khalifah kami yang ke-3 di hadapan Sidang Umum Parlemen Nasional Pakistan, termasuk para Pansus dan Komisi Khusus-nya untuk menjelaskan tentang statusnya sebagai Muslim dan tentang akidah-akidah dasar yang dianutnya, serta untuk menyangkal tuduhan-tuduhan tanpa dasar yang telah dilontarkan terhadap Jemaat. Dan sudah dijelaskan sejak semula bahwa menurut Jemaat Ahmadiyah tidak ada suatu majelis/parlemen atau pengadilanpun di dunia ini yang secara absolut memiliki ikhtiar untuk menetapkan agama seseorang atau suatu golongan. Sebab, ikhtiar itu hanya dimiliki Allah Ta?ala, yang mengetahui rahasia-rahasia manusia. Demikian pula dengan kata-kata yang penuh keperihan telah juga diingatkan, jangan sampai dengan keputusan Parlemen menetapkan orang-orang Ahmadi bukan Muslim itu, akan menimbulkan perpecahan dalam umat Muhammadiyah (shallaallaahu ?alaihi wasallam). Sebab, dengan keputusan itu akan muncul suatu contoh keliru dan mengerikan yang di masa mendatang dapat menelan golongan-golongan lainnya.

    Al-Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. bersabda:
    “Dunia tidak mengenal saya. Namun, Dia yang telah mengutus saya, mengenal saya. Ini adalah kesalahan orang-orang itu, dan sebenarnya merupakan kesialan nasib mereka bahwa mereka menghendaki kehancuran saya. Saya adalah pohon yang ditanam sendiri oleh Malik Haqiqi melalui tangan-Nya?.

    Wahai orang-orang! Pahamilah oleh kalian dengan seyakin-yakinnya, pada saya terdapat ‘Tangan’ yang sampai saat akhir akan terus setia. Jika kaum laki-laki kalian, kaum perempuan kalian, para pemuda kalian, orang-orang tua kalian, anak-anak kecil kalian, dan orang-orang dewasa kalian semuanya bersatu memanjatkan doa-doa untuk membinasakan saya, sampai-sampai hidung mereka hancur karena terus-menerus bersujud dan tangan-tangan menjadi kebas keletihan, maka tetap saja Tuhan sama-sekali tidak akan mendengarkan doa-doa kalian. Dan Dia tidak akan berhenti selama Dia belum menyelesaikan pekerjaan-Nya. Dan jika dari antara manusia tidak ada seorangpun yang menyertai saya, maka malaikat-malaikat Tuhan akan menyertai saya. Dan jika kalian menyembunyikan kesaksian, maka sudah dekat saatnya batu-batupun akan memberi kesaksian untuk saya. Jadi, janganlah berbuat aniaya terhadap jiwa-jiwa kalian sendiri. Wajah para pendusta adalah lain, dan wajah orang-orang yang benar juga lain. Tuhan tidak membiarkan suatu perkara tanpa keputusan. Saya mengutuk kehidupan yang disertai kedustaan dan kebohongan. Dan kemudian, [saya juga mengutuk] kondisi dimana seseorang menjauhi perintah Khaliq karena takut terhadap makhluk. Pengkhidmatan yang telah diserahkan kepada saya oleh Tuhan Yang Mahakuasa tepat pada waktunya ini, dan untuk itulah Dia telah menciptakan saya, sama-sekali saya tidak mungkin jadi malas melaksanakannya, walaupun matahari di satu sisi dan bumi di sisi lain sama-sama ingin melumatkan saya. Apalah manusia itu, hanya seekor cacing. Apalah insan itu, hanya segumpal daging. Jadi, bagaimana mungkin saya harus mengabaikan perintah Sang Hayyu Qayyum hanya demi seekor cacing dan segumpal daging? Sebagaimana Tuhan akhirnya di suatu hari telah memberikan keputusan antara para utusan terdahulu dengan para pendusta, demikian pula pada saat inipun Dia akan memberikan keputusan. Bagi kedatangan para utusan Tuhan juga terdapat suatu musim. Kemudian untuk kepergian merekapun ada satu musim. Jadi, pahamilah seyakin-yakinnya bahwa saya telah datang tepat pada musimnya, dan saya tepat pada musimnya pula akan pergi. Janganlah berperang dengan Tuhan! Bukanlah pekerjaan kalian untuk menghancurkan saya.” ( Tuhfah Golerwiyah, h. 8, 9).

    “Sebagai nasihat, saya semata-mata demi Allah mengatakan kepada para ulama penentang dan orang-orang yang sepemahaman dengan mereka, bahwa mencaci-maki dan menggunakan kata-kata kotor bukanlah cara terhormat. Jika memang begitu fitrat kalian, baiklah, terserah kalian. Namun, jika kalian menganggap saya pendusta, maka kalian punya ikhtiar untuk berkumpul di mesjid-mesjid atau sendiri-sendiri memanjatkan doa-doa buruk bagi saya. Lalu, jika saya pendusta, pasti doa-doa itu akan dikabulkan. Dan kalianpun memang selalu memanjatkan doa-doa.
    Akan tetapi, ingatlah. Jika kalian memanjatkan doa-doa sedemikian rupa — yakni sampai lidah-lidah menjadi terluka, menangis-nangis di dalam sujud sehingga hidung menjadi lecet, bengkak, dan bulu-bulu mata berguguran, dan penglihatan jadi kabur karena banyak menangis, dan akhirnya pikiran jadi hampa lalu mulai terserang ayan atau menjadi gila — maka tetap saja doa-doa itu tidak akan didengarkan. Sebab, saya datang dari Tuhan?. Tidak ada seorangpun yang bisa mati di bumi selama belum ada keputusan di Langit untuk mematikannya. Di dalam ruh saya terdapat kebenaran yang dahulu telah diberikan kepada Ibrahim a.s.. Saya memiliki hubungan dengan Tuhan dalam warna Ibrahim. Tidak ada yang mengetahui rahasia saya, kecuali Tuhan saya. Para penentang dengan sia-sia sedang menghancurkan diri mereka sendiri. Saya bukanlah tanaman yang dapat dicabut melalui tangan mereka?. Wahai Tuhan! Kasihanilah umat ini. Amin.” (Arba’iin, no.4, h. 5-7).



  5. Visit My Website

    October 5, 2007

    Permalink

    Jay said:

    Ahmadiyah selalu menyangkal kitab sucinya Alquran bukannya tadzikira, nabi terakhirnya adalah Muhammad SAW padahal Mirza Ghulam Ahmad, krn mertua sy adalah ahmadiyah, eh.. bukannya menurut ensiklopedia Mirza Ghulam Ahmad pernah masuk RS Jiwa?



  6. Visit My Website

    October 24, 2007

    Permalink

    elsisuri said:

    Menurut saya selaku orang yang meyakini tiada TUHan selain Allah dan Muhamma itu utusannya dan Nabi penutup.
    Jadi kl ada Nabi yg zaman moderen sekarang lahir kita patut pertanyakan apakah dia sudah pernah mencoba Isra’mi’rat……????
    Dan apa nama kitab yang dia bikin…..???

    Tiada Kitab yang lebih bagus isi dan kandungannya selain Al Quran baik kl ditinjau dari segi tata bahasanya….!!!

    Jadi saya sangat mengaharpkan kepada para pengikut Ahmadiyah yang baru masuk ataupun yang telah lama masuk untuk segera bertobat dan sebenar2nya tobat…

    Jangan terus mengikuti Setan2 yang menyerupai manusia seperti Mirza Ghlam Ahmad…



  7. Visit My Website

    June 5, 2008

    Permalink

    ahmad said:

    klo saya tetap percaya penjelasan Al-Qur’an dan Al-Hadits bahwa tiada tuhan salain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. dan Nabi Muhammad adalah Nabi yang terakhir jadi tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad. seperti halnya dulu pernah ada musailamah yg mengaku Nabi yg pada saat itu musailamah di tetapkan sebagai NABI PALSU.
    Jelasnya klo Aliran Ahmadiyah berkeyakinan mempunyai kitab baru dan nabi baru maka saya pribadi sangatlah tidak setuju.
    dan saya mengharap kpd MUI dan Negara untuk cepat menindak lanjuti maslah Aliran Ahmadiyah karena disebabkan hal tersebut telah banyak umat islam berpecah belah seperti yang terjadi di MONAS. Semoga Allah mengampuni mereka semua dan semoga masalah tersebut cepat terselesaikan dan terbukti mana yang benar dan mana yg salah sehingga masalah ini tdk berkepanjangan.



Leave a Comment

Here's your chance to speak.

  1. Name (required)

    Mail (required)

    Website

    Message

  • Ad Ad Ad Ad
  • Search this Site

  • About

    Arif Budiman, manusia biasa yang tinggal di Purwokerto, Indonesia.
  • Blogroll







  • Tag Cloud

    • Apple Asphalt Banyumas Blog Canon Pixma Curriculum Vitae Dreaming E-book G-Tribe Gadget Game Hackintosh Health Hijri Info iPhone Islam Life Linux Lyric Movie MSI MSI Wind MSIWindowsx86 Music Netbook New Year Nokia Notebook Office 2007 OSX86 PCLinuxOS Serj Tankian Spiritual Surat Lamaran Pekerjaan System Of A Down Techno Virus Windows WordPress Work
  • Meta

    • Register
    • Log in
    • Entries RSS
    • Comments RSS
    • WordPress.org
  • Sponsored

© 2008 zidev - thoughts become things