Posted on August 1, 2005 - by Arif
Jelajah Jiwa
Tanggal 1 pada awal bulan identik dengan penerimaan gaji, dan penerimaan gaji identik dengan kebahagiaan. Kebahagiaan telah menaklukan tugas dan menikmati hasil kerja sebulan penuh. Tapi tampaknya suasana itu tidak berlaku pada laki laki itu. Ya, laki laki itu; terlihat jelas dari raut mukanya pada saat membuka amplop dan membaca tulisan yang tertera pada slip gaji. Empat ratus tujuh puluh lima ribu rupiah. Ia menerawang, jauh … menembus atap atap bertingkat tingkat.
Padahal ia harus melunasi kewajibannya di bulan lalu dan jumlahnya lebih besar daripada gaji yang ia terima, tadi.
"Ah, kenapa ini bisa terjadi,…." ia mendesis. Lirih suaranya hampir tak ada yang mendengar dan tak jelas dia berbicara dengan siapa, karena tak ada orang di sekitarnya hanya ruangan yang baginya kosong, melompong.
"Mungkin karena kerjaku memang seperti ini, jadi di gaji murah meriah seperti krupuk segi empat berwarna putih yang ada di warteg warteg pinggir jalan itu" sergahnya, menjawab pertanyaan yang tadi ia lontarkan sendiri.
"Tapi jika aku tidak kerja seperti ini, lantas kerja apa. Bisaku hanya itu itu saja" pikirnya, lagi.
"Ah tapi tidak, aku harus berusaha. Mungkin teman tadi yang memberiku url: lowongan perlu kucoba" aneh, ia bicara sendiri.
Tak banyak yang tau dimana ia bekerja. Tetangga tetangganya pun tidak tau pasti dimana ia bekerja. Setiap sore ia pergi, dan nanti malam saat tetangganya sedang lelap dalam mimpi, ia baru pulang dan tak jarang setelah subuh. Dan nyaris di siang hari ia pun tak pernah terlihat. Empat bulan terakhir ini rasanya begitu berat ia jalani, lihat saja matanya nyaris tak bersinar. Persis seperti unggas terjangkit avian influenza yang marak akhir akhir ini di beritakan di media massa.
Tiap malam, bukan saja malam bahkan jam pikirannya terus mengalir, mengais-ngais setiap harapan yang tak tau kapan berhasil ia raih. Yang ia takutkan bukanlah nasib hidupnya, melainkan masa depan dan nasib istri serta anaknya. Baginya diberi kesempatan bernafas saja adalah kenikmatan yang luar biasa tapi jika keadaan ini berlarut 1 bulan, 2 bulan, setengah tahun , satu tahun, lima tahun; jelas tidak bisa ia terima.
"Jika di tahun sekarang masuk TK saja membutuhkan jutaan rupiah, bagaimana kelak pendidikan anakku?" ia kembali berbicara, dan lagi lagi tak jelas dia berbicara dengan siapa. Mungkin kepada jam dinding yang bisanya cuma bersuara "tik tik tik" dan berwarna kusam itu, persis seperti hidupnya sekarang monoton dan tertatih.
Ia lalu bangkit dari duduknya berjalan ke kamar, di depan pintu ia termangu, memandang ke dalam ruangan kecil itu. Lama ia memandang kedalam, di atas ranjang tampak seorang anak laki laki kecil dan seorang wanita dengan wajah yang tampak kelelahan; mereka tertidur. Ia melangkah kembali tempat duduknya tadi, di bawah jam yang terus berbunyi "tik tik tik" sambil sesekali menyeka matanya, air mata atau ada retuntuhan dari langit-langit rumah itu juga kurang jelas. Ia lalu menarik kertas berserta pena dari atas televisi kecil yang ada di depannya, pelan ia menulis.
"Maafkan aku istriku, saat ini aku belum bisa membuatmu bahagia seperti istri istri tetangga itu. Tapi aku juga tidak menyerah begitu saja istriku, aku akan berusaha. Waktu engkau dan anak kita tertidur dan aku melihatmu, itulah saat saat ketidakberdayaanku. Disaat engkau tertidur dan aku melihatmu, disitulah dosa dosaku tampak jelas menusuk nusuk mataku. Begitu kerasnya tusukan itu hingga air mataku perlahan keluar, mengalir hingga mengering. Sekali lagi maafkan aku."
*****
Jam dinding itu masih berbunyi "tik tik tik" saat ia tertidur. Tertidur lelah, bukan tubuhnya tetapi lebih kepada jiwa dan pikirannya yang hampir tak mampu menahan cobaanNya.



Visit My Website
August 1, 2005
Permalink
Visit My Website
August 1, 2005
Permalink
Jika kita tiba di tepian segala cahaya yang kita ketahui, dan akan melangkah masuk ke dalam kegelapan dari yang tidak diketahui, Iman adalah mengetahui kepastian satu dari dua hal; akan ada suatu yang dapat dijadikan pijakan atau bahkan kamu akan diajari cara terbang.
Jika aku edapat meminta agar hidupku sempurna, itu merupakan godaan menggiurkan yang ppasti akan aku lakukan tapi aku akan menolak, karena dengan bgtu aku tidak dapat lagi menarik pelajaran dari kehidupan.
pesan dari si kuli yng pasti bisa di pahami buat kalian yng berdedikasi, apalagi ni cuman aku si Kuli …
Visit My Website
August 2, 2005
Permalink
sabar ya rif..
jgn pantang menyerah ya
Visit My Website
August 2, 2005
Permalink
Visit My Website
August 2, 2005
Permalink
Tolong sampaikan pada lelaki itu…
dia sudah cukup hebat dengan mengakui kekurangannya,
dan dia makin terlihat hebat ketika dia ingin berubah,
dan dia akan terlihat lebih hebat lagi ketika dia berhasil dalam usahanya.
dan aku akan sangat kagum lagi kalau dia gak menyerah ketika usaha pertama, kedua, ketiganya belum berhasil…
keadaan akan berubah sejalan dengan waktu ketika diri kita mengatakan dan berusaha akan berubah…
Visit My Website
August 2, 2005
Permalink
nanti akan saya sampaikan kepada lelaki itu …
Visit My Website
August 4, 2005
Permalink
[-o< + :d +
>-
Visit My Website
August 4, 2005
Permalink
huehuhee tersenyum beres
Visit My Website
August 5, 2005
Permalink
SEMANGAT!!!!!
rizki itu kan diatur yg maha Kuasa , nanti pasti insha ALlah .. berkah deh
SEMANGAT!!!
Visit My Website
August 7, 2005
Permalink
[IMG Jelajah Jiwa]
[Source: Friik.] quoted: Jika kita tiba di tepian segala cahaya yang kita ketahui, dan akan melangkah masuk ke dalam kegelapan dari yang tidak diketahui, Iman adalah mengetahui kepastian satu dari dua hal; akan ada suatu yang dapat dijadikan pijakan at…
Visit My Website
August 8, 2005
Permalink
Sebenarnya saya malah sering ketemu orang yg bergaji besar tp tidak bersyukur, sdh diberi semuanya tp tdk pernah merasa cukup maunya ini maunya itu tdk pernah selesai. Aku pribadi kalau tdk punya bawahan gaji 400 rb pernah bisa survive bertahun2 tp itu 4 thn yg lalu kayaknya skrg jauh ya. Saranku sih Semangat, Setia, Loyal, dan Kepribadian kita bisa dipercaya sehingga atasan pasti ngasih job tambahan, apabila ada yg terlihat lemah dari kita hal itu membuat atasan tdk akan memberikan apa2 ke kita, jgn pernah terlihat lemah atau tdk bisa, Fight bos..
Visit My Website
April 10, 2006
Permalink
wakakakak kasiahan deh lhoooooooo
Visit My Website
June 24, 2006
Permalink
Lho idup adalah pilihan mas, mungkin anda memilih jalan yg berbeda dgn pikiran anda. Itulah pilihan anda. Anda harus jalani jalan itu. Entah berlubang kek, atau putus di tengah jalan kek, atau buntu, atau halus.. Itu kan sudah menjadi pilihan anda. Sumpama anda sedang kehausan dan kebetulan ada gelas berisi air minum di atas meja. Kalau anda tidak berusaha untuk meraih dan mengambil isinya, rasa haus itu tak kan pernah reda hanya dengan memandangi gelas & isinya tersebut. Tapi kalau anda berusaha sekuat tenaga untuk meraih dan mengambil isinya.. Hilanglah sudah rasa haus anda. Itulah yang dinamakan takdir mas,. Takdir yang nentuin kita sendiri. Tapi namanya manusia.. kalau rasa haus itu dah reda, mesti kepingin yg lain… Rajin2lah bersyukur dengan yg ada mas. Jangan pernah mengeluh atas apa yang anda raih selama ini. Toh itu juga sudah pilihan anda sendiri. Itulah mas. Hidup adalah sebuah pilihan. Berpikirlah dahulu dengan bijak sebelum anda mengambil langkah untuk berjalan menlusuri semuanya. So whatever lah for fucking life.. kita idup untuk mati kok.
Visit My Website
June 30, 2006
Permalink
http://www.insurance-top.com/company/ car site insurance. auto insurance, insurance car, Best Insurance Web site
. from website .