Posted on September 29, 2005 - by Arif
Kakek dan Internet
Seperti biasa, rutinitas pagi ini berjalan seperti halnya hari kemaren. Warnet masih sepi, ada 2 anak kecil bermain Gunbound dan 1 remaja yang sedang berselancar dan chatting. Saya pun "sibuk" membaca berita di berbagai situs tentang kenaikan, kelangkaan dan demo BBM. Ya, katanya BBM mau naik (lagi) ada banyak yang menolak dengan sejuta alasan dan ada pula yang mendukung dengan berbagai alasan pula.
Ketika sedang "sibuk-sibuknya" membaca berita-berita tersebut saya di kagetkan oleh seorang Kakek (yang tentu saja sudah tua umurnya, kira kira 65-70 tahunan atau bahkan lebih) masuk ke warnet. Pikir saya mungkin kakek tersebut mau mencari cucunya yang sedang main game. Tapi dugaan saya benar benar meleset ketika beliau berkata "Mau check e-email". HA?! saya kaget!. Selama saya jadi kuli warnet baru kali ini saya mendapati seorang Kakek yang sudah renta, ke warnet sendirian.
Luar Biasa! hebat benar kakek tersebut, di banding dengan user yang lain yang tentunya umurnya jauhhh lebih muda yang katanya juga mahasiswa. Saya yakin beliau lebih lihai dalam bermain internet. Beliau tidak gagap hanya untuk membalas email tidak seperti anak muda jaman sekarang, yang dandananya keren pake anting pula dan katanya pula mahasiswa tapi hanya sekedar click tombol compose saja musti tanya ke operator. HUH!
Dan hebatnya pula, tadi sewaktu bayar tagihan ke billing. Saya sempat bertanya kepada beliau "Dirumah langganan internet juga pak?". "Iya di rumah ada, tapi sudah rada rewel katanya modemnya rusak", katanya. Terus saya coba tanya lagi, karena saya benar benar penasaran dengan kakek yang satu ini. "Main internet udah lama pak?", tanyaku lagi. Beliau jawab "Sudah lama, tapi ya namanya orang tua jadi sering lupa".
Benar benar saya kagum kepada beliau, langkahnya saja sudah demikian pelan. Tapi dengan cekatan bisa internet. Beliau dapat di jadikan contoh bagi saya, bahwa belajar itu tidak mengenal umur. Yang tua saja bisa main internet, kenapa kami ini yang muda-muda cuman bisanya gembelengan. Semoga kakek tersebut yang tadi datang ke warnet, di beri kesehatan untuk terus bersemangat.



Visit My Website
September 29, 2005
Permalink
belajar tak mengenal umur .. ah gak tepat yang tepat tentara tua dak pernah mati.
Visit My Website
September 30, 2005
Permalink
jadi inget almarhum bapak ku yang dulu sering chat sama aku pas aku jarang pulang-pulang ke rumah
Visit My Website
September 30, 2005
Permalink
wah bener satu pelajaran buat saya juga…belajar tidak mengenal umur …umur tua ato muda bukanlah satu hinaan ato kebanggaan…umur hanya hitungan kalender saja…dan pengalaman adalah seberapa banyak kita dapat memanfaatkan waktu untuk terus menggali pemikiran kita u/ berkarya….