• Home
  • About
  • Archive
  • Contact
  • Links
  • SITEMAP
Subscribe: Posts | Comments | E-mail
  • Blogging
  • Gadget
  • General
  • Linux & Unix
  • Music
  • notepad
  • Personal
  • Spiritual

zidev

Posted on October 30, 2005 - by Arif

Minal aidin wal faidzin bukan ucapan minta maaf

Fenomena General

Teringat dikampungku dulu, setiap sore selama bulan ramadhan diadakan pengajian di masjid. Dan saya (dulu) kebetulan mengikuti pengajian tersebut. Kebetulan pengajian tersebut pada hari-hari akhir bulan ramadhan, jadi sedikit menyinggung tentang lebaran dan tata cara maaf-maaf-an pada hari Raya Idul Fitri.

Tidak banyak yang saya ingat, maklum ingatan saya termasuk dalam kategori 'payah'. Tetapi ada sedikit yang masih saya ingat sampai sekarang, yaitu tentang pengucapan maaf pada saat silaturahmi ( halal bi halal ).
Sering saya mendengar sendiri ( atau bahkan saya melakukannya dulu) ketika seorang teman menyalami saya masih dalam suasana lebaran tentunya dengan kata-kata

Minal Aidin Wal Faidzin yah

Jika kita cuma mengucapkan kata kata tersebut, kita berarti belum meminta maaf. Karena "Minal Aidin Wal Faidzin" itu artinya kurang lebih

(Semoga kita) termasuk orang-orang yang kembali kepada yang fitrah dan (semoga kita) menjadi orang yg beruntung dengan mendapatkan rahmat, pengampunan dari segala dosa, serta terhindar dari api neraka

Jadi di dalam kontek kalimat tersebut tidak ditemukan sedikitpun kalimat yang menyebutkan "permintaan maaf".

Anggapan kalimat "Minal Aidin Wal Faidzin" sebagai ucapan permintaan maaf menurut saya karena kalimat tersebut sering diucapkan ataupun dituliskan secara berurutan.

Minal Aidin Wal Faidzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin

Karena banyaknya kartu ucapan selamat hari raya idul fitri mencetak seperti itu, maka biasanya masyarakat pada umumnya menyimpulkan bahwa Minal Aidin Wal Faidzin artinya ya Mohon Maaf Lahir Batin.

Nah sekarang, bagaimana ucapan yang seharusnya dilakukan jika kita bersilaturahmi pada suasana lebaran. Tentunya rekan-rekan sudah tahu jawabannya. Minimal dengan mengucapkan

Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Karena kalimat tersebut selain mendoakan kita juga sudah meminta maaf.
Kalau mau yang lengkap, sebutkan saja kesalahan-kesalahan kita kepada orang yang kita ajak bermaafan.

Sekiranya itu yang bisa saya ingat dari pengajian di sore hari bulan ramadhan (dulu).

This entry was posted on Sunday, October 30th, 2005 at 3:51 pm and is filed under Fenomena, General. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

9 Comments

We'd love to hear yours!



  1. Visit My Website

    November 1, 2005

    Permalink

    geblek said:

    :((gak bisah mudek jugah neh
    met lebaran ye



  2. Visit My Website

    December 1, 2005

    Permalink

    Olas Novel said:

    Sep… Setju… atau gini, barang kali di dalam kalimat Minal Aidzin wal Faizdin itu terselubung makna filosofis yang secara tidak lansung menyatakan bahwa saya dan kamu sudah saling memaafkan. makna yang di fahami oleh masyarakat. tapi… nggak tau deh.



  3. Visit My Website

    April 10, 2006

    Permalink

    ardhi88 said:

    wah sampeyan ternyata hebat ya bos asem ki



  4. Visit My Website

    May 9, 2006

    Permalink

    ardhi said:

    Hayah ziru-ziru padahal aku wes moco blogmu ping pindho tapi aku kok pingin moco terus yo,apik lho………?swerrrrrr



  5. Visit My Website

    May 9, 2006

    Permalink

    ardhi88 said:

    Hayah ziru-ziru padahal aku wes moco blogmu ping pindho tapi aku kok pingin moco terus yo,apik lho………?swerrrrrr



  6. Visit My Website

    September 16, 2006

    Permalink

    vleker88 said:

    ardhi88



  7. Visit My Website

    October 30, 2006

    Permalink

    dimas said:

    fenomena ini memang sudah mendarah daging pada masyarakat kita, bukan hanya nda tau maknanya minal aidin wal faidzin saja tapi malah lebih tragis mengucapkannya saja banyak yang salah ex:(minal aidzin wal faidzin). mohon dikoreksi jika memang saya salah



  8. Visit My Website

    October 22, 2007

    Permalink

    Dwi Santoso said:

    Sekedar memperbaiki ya…
    Tulisan yang benar sesuai dengan kaidah transliterasi Arab —> Latin adalah
    Minal ‘aidin wal faizin

    ‘Aidin = orang2 yang kembali ke fitrah
    Faizin = orang2 yang berjaya/menang

    Karena masyarakat Indonesia secara umum menyukai pantun/sajak maka ucapan tersebut digandeng dengan “Mohon maaf lahir dan batin”

    Lebih afdhal jika kita mengucapkan secara lengkap yaitu “Taqqaballahu minna wa minkum wa shiyamikum wa shiyamina. Qaalu antum min khair wa minal ‘aidin wal faizin”
    Lalu dilanjutkan dengan “Mohon maaf lahir batin”

    Mohon dikoreksi jika saya masih ada kesalahan.

    Terima kasih.



  9. Visit My Website

    October 4, 2008

    Permalink

    Selamat Lebaran (Ramadan - Teil 3) « Indonesisch-Blog said:

    [...] in der irrigen Annahme, sie bedeute dasselbe wie mohon maaf lahir batin. Wie auch hier und hier beschrieben, bedeutet die Formel “(ein Teil) von denen, die zurückkehren (zum [...]



Leave a Comment

Here's your chance to speak.

  1. Name (required)

    Mail (required)

    Website

    Message

  • Ad Ad Ad Ad
  • Search this Site

  • About

    Arif Budiman, manusia biasa yang tinggal di Purwokerto, Indonesia.
  • Blogroll







  • Tag Cloud

    • Apple Asphalt Banyumas Blog Canon Pixma Curriculum Vitae Dreaming E-book G-Tribe Gadget Game Hackintosh Health Hijri Info iPhone Islam Life Linux Lyric Movie MSI MSI Wind MSIWindowsx86 Music Netbook New Year Nokia Notebook Office 2007 OSX86 PCLinuxOS Serj Tankian Spiritual Surat Lamaran Pekerjaan System Of A Down Techno Virus Windows WordPress Work
  • Meta

    • Register
    • Log in
    • Entries RSS
    • Comments RSS
    • WordPress.org
  • Sponsored

© 2008 zidev - thoughts become things